Selasa, 30 Oktober 2012

Menag: Ulama Harus Arif Terkait Mina Jadid

dakwatuna.com – Mekah. Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan para ulama Indonesia harus arif terkait Mina Jadid yang masih berbeda pandangan, ada yang menganggap itu sudah di luar Mina dan ada yang memandang itu masih di dalam kawasan Mina.

“Dalam haji itu ada yang namanya kedaruratan sehingga perbedaan pendapat itu seharusnya dapat dipandang sebagai hal yang tak mempertentangkan,” kata Menteri Agama menjawab wartawan, di Mekah, Minggu (28/10), terkait pendapat sebagian ulama bahwa Mina Jadid – yang dikembangkan sebagai wilayah Mina baru – itu telah berada di luar kawasan Mina.

Indonesia selalu meminta tambahan kuota haji sementara pemerintah Arab Saudi sulit untuk meningkatkannya karena keterbatasan sarana dan prasarana haji, termasuk di Mina. Oleh karena itu, para ulama perlu arif dan bijaksana melihat upaya Pemerintah Arab Saudi mencari jalan untuk mengatasi masalah yang dihadapi dengan cara mengembangkan Mina ke wilayah yang sekarang dikenal sebagai Mina Jadid.
Mengelola pergerakan tiga juta manusia dengan sarana akomodasi yang terbatas khususnya di Arafah dan Mina memang memerlukan penanganan. Salah satu solusinya untuk di Mina, katanya, mengembangkan wilayah sebagai upaya menambah jumlah maktab-maktab jamaah.

“Kita bisa lihat penumpukan manusia di maktab-maktab sekarang seperti ikan pindang. Ada yang tidur di emperan di pinggir jalan. Itu karena sarananya kurang memadai dan tak cukup. Kalau cukup, orang tidak akan mau tidur di dekat tempat tumpukan sampah-sampah di tepi jalan. Itulah apa yang disebut sebagai kedaruratan,” demikian Menteri Agama.

Terkait dengan masih banyaknya sampah yang kurang cepat diangkut sehingga aromanya menyeruap sampai ke maqtab-maqtab di Mina, Suryadharma mengatakan akan mengirim surat ke Kementerian Haji Arab Saudi perihal sampah tersebut.

Ada dua masalah, pertama para jamaah haji juga membuang sampah sembarangan dan kedua sampah-sampah yang sudah ditumpuk itu lambat dibuang sehingga aroma tak sedap menyeruap ke maqtab-maqtab di sekelilingnya, demikian Menteri Agama. (Ant/OL-2/MICOM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar